Street 238,52 tempor
Donec ultricies mattis nulla

Gazebo Minimalis

Seiring berkembangnya zaman, kondisi ekonomi masyarakat pun ikut berkembang. Kebutuhan primer akan tempat tinggal sudah bergeser dari fungsi utamanya sebagai sebuah tempat berlindung menjadi fungsi estetika dan kebanggaan. Seperti digunakannya jasa arsitek untuk pembangunan rumah dan menambahkan gazebo minimalis di pekarangan.

Dulunya gazebo dikenal sebagai ikon bagi orang kaya dengan rumah besar dengan halaman yang luas. Tidak mudah untuk bisa menemukan rumah mana yang memiliki gazebo. Apalagi esensi dari gazebo cenderung sebagai tempat untuk bermalas-malasan yang bertolak belakang dengan budaya kerja pada masyarakat menengah ke bawah.

Tetapi kini, rumah-rumah golongan menengah yang tidak terlalu besar pun satu per satu mulai menambahkan gazebo. Yang tidak lagi dipandang sebagai ruang untuk malas dan santai, namun dapat difungsikan sebagai ruang alternatif untuk keluarga berkumpul. Desain gazebo minimalis pun semakin banyak digemari karena dirasa tidak memakan tempat.

Tentang Gazebo

Dalam arsitektur, pengertian gazebo adalah ruangan semi terbuka sebagai tempat alternatif untuk berkumpul bagi anggota keluarga untuk melakukan kegiatan santai. Untuk menciptakan suasana alami yang akrab, nyaman, dan indah. Biasanya diletakkan terpisah dari bangunan rumah seperti di halaman, teras, tepi kolam renang, atau halaman belakang.

Gazebo sendiri berasal dari gabungan kata dalam Bahasa Inggris dan Latin. Gaze (Inggris) berarti memandang dan ebo (Latin) yang artinya ke luar. Sehingga dapat diartikan, gazebo adalah tempat untuk memandang ke luar.

Awal mulanya, gazebo hanya bisa ditemukan di rumah-rumah besar (dikenal juga dengan sebutan mansion) para bangsawan Eropa pada abad pertengahan.

Gazebo diletakkan di tengah-tengah taman yang dilengkapi dengan air mancur atau kolam sebagai tempat berteduh atau sebagai lokasi alternatif untuk jamuan teh.

Model dan desain gazebo pada masa ini adalah megah dan mewah, seolah untuk menunjukkan kekayaan dan kemampuan sang pemilik.

Pada masa itu, gazebo biasanya berbentuk bulat, heksagonal, atau octagonal dengan tiang dan pilar menyangga atap kubah.

Gazebo dibuat tak berdinding dan hanya dikelilingi oleh pagar rendah dan lantai yang sedikit dinaikkan. Bentuk bangunan yang memiliki fungsi seperti gazebo ini juga ditemukan pada arsitektur lansekap pada taman-taman tradisional Jepang, Jawa, Jepara, Bali, serta Tiongkok. Bangunan tak berdinding yang dibangun di atas kolam dan digunakan sebagai tempat merenung atau bersantai.

Oleh arsitektur Indonesia, konsep gazebo ini diadopsi dan namanya diterjemahkan sebagai balai bengong. Yang secara harfiah dapat diartikan sebagai tempat untuk bengong, melamun, dan/atau mencari inspirasi.

Gazebo Minimalis

Konsep desain minimalis muncul pada awal abad ke-19 dan merupakan bentuk perlawanan terhadap desain klasik yang penuh dengan unsur ornament dan dekorasi.

Konsep ini menekankan pada esensi dan fungsi dan mengedepankan bentuk geometris yang tidak memiliki dekorasi. Desain minimalis digunakan untuk menyampaikan pesan kesederhanaan.

Ide kesederhanaan desain minimalis sedikit banyak terinspirasi dari budaya Zen dari Jepang. Unsur Zen banyak membahas ide mengenai kebebasan dan esensi hidup, yang kemudian diserap pada gaya bangunannya.

Dilihat dari fungsinya, pembuatan gazebo dapat dengan mudah mengadopsi konsep minimalis ini. Gazebo yang berfungsi sebagai ruangan untuk bersantai, merenung, hingga berpikir serta memandangi alam sesuai dengan ide dasar dari desain minimalis.

Sehingga kini banyak bermunculan gazebo minimalis, yang selain dilihat dari kesederhanaan desain juga dilihat pada penekanan fungsi ruangnya.

Terlebih lagi, gazebo minimalis dapat diletakkan di mana saja karena bentuknya yang sederhana dapat membaur dengan semua elemen.

Apalagi dengan arah perkembangan desain rumah zaman sekarang, jenis gazebo megah yang memakan ruang dirasa kurang cocok.

Meterial untuk membangun gazebo ini sendiri beragam dan tidak ada patokan khusus. Asalkan hasil akhir bergaya minimalis dan tidak menambahkan detail desain yang berlebihan.

Salah satu bahan material yang sering dipilih untuk pembuatan gazebo minimalis adalah bambu. Bahan bambu mudah ditemukan di Indonesia dan harganya relatif sedikit lebih murah dibandingkan dengan jenis material yang lain. Dan lagi, bahan bambu dinilai sesuai dengan konsep minimalis yang menekankan tentang kesederhanaan dan menyatu dengan alam.

Gazebo Bambu

Gazebo bambu banyak dipilih karena kesannya alami yang diciptakan serta bahan bakunya yang relatif lebih murah. Bambu terkenal sebagai material bangunan yang tahan terhadap berbagai beban (tekan, tarik, lekuk, maupun geser).

Para nenek moyang juga telah membuktikan selama ribuan tahun bahwa bambu adalah bahan material yang bisa diandalkan dan tahan terhadap cuaca. Sehingga pemilihan gazebo dengan material bahan dasar bambu bukanlah tanpa alasan.

Terlebih lagi, terdapat sekitar 10 persen jenis spesies bambu dari keseluruhan spesies yang ada di penjuru dunia yang dapat ditemukan di Indonesia. Beberapa jenis bambu yang dapat digunakan sebagai bahan material pembuat gazebo, seperti antara lain:

  1. Bambu Petung/Betung

Terdapat dua jenis bambu petung yang mudah ditemukan di Indonesia, yaitu bambu petung hitam dan bambu petung hijau. Memiliki diameter yang dapat mencapai hingga 16 sentimeter dan tinggi 25 meter. Bambu jenis ini terkenal akan ketebalannya dan biasanya digunakan sebagai pondasi atau tiang penyangga.

  1. Bambu Apus/Tali

Memiliki diameter rata-rata antara 4 sampai dengan 10 sentimeter dan tinggi dapat mencapai 20 meter serta ketebalan 6 – 13 milimeter. Meski tergolong kecil dibandingkan dengan jenis bambu lain, tetapi bambu apus tergolong memiliki ruas yang terpanjang yakni mencapai 45 – 65 sentimeter. Biasanya digunakan sebagai rangka atap atau dinding. Sering juga digunakan untuk membuat perabotan atau furniture.

  1. Bambu Wulung/Hitam

Bambu ini dapat mencapai tinggi hingga 20 meter dan diameter hingga 14 sentimeter. Banyak tersebar di Pulau Jawa dan Pulau Sumatra. Biasa digunakan sebagai material atap atau dinding bambu serta bahan perabotan. Dibandingkan jenis yang lain, banyak yang berpendapat bahwa bambu wulung memiliki nilai estetika yang lebih.

  1. Bambu Gombong/Andong

Memiliki warna hijau dan pohon dapat mencapai tinggi sampai 20 meter. Diameter rata-rata bambu ini adalah sekitar 10 sentimeter. Seringkali difungsikan sebagai kuda-kuda penyangga atap maupun tiang penyangga. Juga sering dijadikan sebagai bahan anyaman bambu seperti dinding atau langit-langit. Habitat tumbuh berada lokasi yang lembab seperti di tepian sungai atau danau.

  1. Bambu Legi

Ukuran tinggi pohon bambu ini dapat mencapai 26 meter dengan diameter hingga 10 sentimeter serta ketebalan antara 6 sampai 20 milimeter.

Biasanya tumbuh di dataran rendah hingga sedang antara 0 – 700 meter di atas permukaan air laut. Karena warnanya, bambu jenis ini biasa dimanfaatkan sebagai pembuat gording atau blandar. Dan dapat pula untuk dijadikan sebagai hiasan interior.

Penggunaan bambu sebagai bahan material pembuat gazebo tidak hanya menggunakan satu jenis bambu saja. Melainkan bisa memanfaatkan beberapa jenis sekaligus berdasarkan fungsi dan kebutuhannya.

Hubungi Kami

Jogja Gazebo menerima jasa pemesanan dan pembuatan gazebo minimalis dari material bambu untuk rumah Anda. Anda bisa melakukan konsultasi dan pemesanan melalui telepon dan/atau fax di nomor (0274) 624123 atau melalui kontak email jogjagazebo@yahoo.com. Jika ingin lebih pasti, Anda bisa juga datang ke workshop di Kragilan Nomor 8 RT 01 RW 08 Kecamatan Sinduadi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Waktu operasional buka dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore.